
Berbelanja pakai QRIS sudah jadi hal biasa buat mahasiswa. Tinggal buka aplikasi, scan kode, klik bayar, selesai. Tapi tahukah kamu, cara sederhana ini ternyata bikin pemerintah Amerika Serikat ikut resah?
Di balik kenyamanan itu, ada perebutan pengaruh besar-besaran soal siapa yang bakal menguasai masa depan uang digital dunia. Dan menariknya, Indonesia jadi salah satu pemain penting di arena ini.
Apa Itu QRIS?
QRIS adalah Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019.
Data terbaru menunjukkan peningkatan pesat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital di Indonesia. Volume transaksi yang semula sekitar 124 juta pada 2020 kini menembus lebih dari 6,2 miliar transaksi di 2024. Nilai transaksinya pun melonjak dari Rp8,2 triliun menjadi hampir Rp660 triliun. Menariknya, di kuartal pertama tahun 2025 saja, sudah tercatat 2,6 miliar transaksi senilai Rp262 triliun. Angka ini setara dengan hampir lima persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional bergerak melalui QRIS. Pencapaian ini sangat berarti, mengingat teknologi berbasis QR code sempat dipandang sederhana dan kurang inovatif dibanding metode pembayaran digital lain. (Sumber: qris.interactive.co.id)
Apa hubungan QRIS dengan Amerika? Mengapa Amerika merasa resah dengan kehadiran sistem ini?
Pemerintah Amerika Serikat menyoroti kebijakan sistem pembayaran Indonesia, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), sebagai potensi hambatan perdagangan. Hal ini tertuang dalam laporan tahunan National Trade Estimate (NTE) 2025. Amerika Serikat menilai, saat merancang kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang mulai berlaku sejak 2018, Bank Indonesia (BI) tidak melibatkan perusahaan layanan pembayaran asal Amerika Serikat seperti Visa dan Mastercard. “Perusahaan pembayaran Amerika Serikat khawatir kebijakan baru tersebut (GPN) akan membatasi akses terhadap penggunaan layanan pembayaran elektronik asal Amerika Serikat,” kritik Amerika Serikat lewat laporan yang dirilis oleh United States Trade Representative (USTR) pada halaman 222. (Sumber: KBR.id)
Sebelum hadirnya QRIS, sistem pembayaran digital di Indonesia masih didominasi oleh jaringan internasional seperti VISA dan Mastercard, termasuk untuk pembayaran internasional. Namun sejak Bank Indonesia (BI) meluncurkan sistem pembayaran berbasis kode QR ini, minat masyarakat beralih pesat ke QRIS. Selain karena lebih praktis, QRIS juga menawarkan biaya transaksi yang relatif rendah. Meski tetap ada pungutan Merchant Discount Rate (MDR), jumlahnya masih tergolong terjangkau, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha. Sebaliknya, pembayaran menggunakan VISA dan Mastercard biasanya disertai biaya tambahan yang lebih tinggi serta terbatas hanya untuk pengguna kartu kredit.
Perubahan tren ini membuat Amerika Serikat mulai merasa kehilangan dominasinya dalam sistem perekonomian di Indonesia. Selama ini, transaksi digital baik domestik maupun internasional banyak bergantung pada layanan yang dikembangkan bank-bank dan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat seperti VISA, Mastercard, dan PayPal. Kini, dominasi tersebut perlahan tergeser oleh sistem pembayaran nasional berbasis Kode QR. Keresahan Amerika tentu beralasan, mengingat teknologi pembayaran QR telah lama berkembang di Asia, seperti Jepang dan China, dan kini meluas ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Bahkan, potensi QRIS ke depan akan diperluas ke skema QRIS Cross-border, yaitu sistem QRIS dengan jangkauan internasional. Dengan rencana ini, negara-negara di Asia akan memiliki sistem pembayaran lintas batas yang lebih praktis dan saling terintegrasi. Hal ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi negara-negara Asia, tetapi juga mengancam dominasi Amerika dalam sistem keuangan global. (Sumber: Golagong Kreatif)
Apa Dampaknya untuk Mahasiswa?
QRIS tidak hanya memudahkan transaksi harian, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa, baik dari sisi pendidikan, riset, maupun karier. Berikut beberapa dampak utama:
1. Peluang Karier di Dunia Fintech (Sumber: GoodStats, 2025; Liputan6, 2024)
Pertumbuhan QRIS yang masif menciptakan permintaan tinggi di sektor fintech. Banyak perusahaan dompet digital, bank modern, dan startup membutuhkan tenaga kerja yang memahami teknologi ini.
- Survei Medium (2024) menyebutkan 72,5 % pengguna QRIS berasal dari mahasiswa dan Gen Z, menandakan kelompok ini paling siap memasuki dunia kerja digital.
- Hal ini membuka peluang kerja di bidang analisis data transaksi, pengembangan aplikasi, keamanan siber, hingga UX design.
- Bank Indonesia dan perusahaan fintech juga rutin membuka program magang untuk mahasiswa ekonomi, teknologi, hingga statistika.
2. Prospek Global melalui Integrasi ASEAN (Sumber: IDNFinancials, 2023)
QRIS kini terhubung dengan sistem pembayaran lintas negara di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Proyek ASEAN Payments Connectivity ini dirancang untuk memudahkan transaksi lintas batas dengan mata uang lokal.
- Bank Indonesia menargetkan ekspansi ke Jepang, Korea Selatan, dan India, sehingga mahasiswa yang memahami sistem ini akan memiliki nilai kompetitif global.
- Integrasi ini juga memudahkan mobilitas mahasiswa Indonesia yang berkesempatan studi atau bekerja di luar negeri.
3. Lahan Inovasi dan Penelitian (Sumber: Kompas, 2024)
Dengan lebih dari 50 juta pengguna dan 32 juta merchant aktif, QRIS menjadi sumber data besar untuk penelitian akademik dan inovasi teknologi.
- Mahasiswa dapat menciptakan aplikasi tambahan seperti pencatat keuangan otomatis untuk UMKM.
- Data transaksi QRIS juga relevan untuk riset perilaku digital dan kebijakan publik.
- Inovasi berbasis QRIS bisa dikembangkan menjadi startup sosial, misalnya untuk donasi kampus atau event amal.
4. Literasi Finansial dan Keamanan Digital (Sumber: Liputan6, 2024)
QRIS mendorong mahasiswa untuk lebih sadar akan literasi finansial dan keamanan digital.
- Transaksi otomatis tercatat, sehingga memudahkan pencatatan pengeluaran.
- Mahasiswa belajar menjaga keamanan akun, seperti tidak membagikan OTP atau data pribadi.
- Tantangan literasi digital masih ada, sehingga mahasiswa berperan dalam sosialisasi edukasi keuangan di masyarakat.
5. Peran Generasi Muda dalam Transformasi Ekonomi Nasional (Sumber: Antara News, 2025)
Generasi muda, terutama mahasiswa dan Gen Z, kini menjadi pendorong utama pertumbuhan pengguna QRIS di Indonesia. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, menjelaskan bahwa Gen Z mendominasi penggunaan QRIS dan memberikan kontribusi besar dalam mendorong percepatan ekonomi digital nasional.
Pesatnya peningkatan transaksi QRIS mencerminkan kebiasaan digital generasi muda yang semakin mengakar. Kondisi ini membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk terlibat, baik sebagai pengguna aktif, pelaku usaha berbasis digital, maupun pengembang inovasi di sektor keuangan digital.
QRIS bukan lagi sekadar cara bayar praktis yang memudahkan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Di balik sederhananya teknologi ini, ada dinamika besar tentang perebutan pengaruh ekonomi digital dunia, hingga membuat negara seperti Amerika Serikat ikut memberi perhatian.
Pertumbuhan QRIS yang pesat membuka peluang baru bagi mahasiswa, baik untuk berkarier di industri fintech, melakukan penelitian, maupun melahirkan inovasi startup berbasis pembayaran digital. Dengan memahami tren ini, mahasiswa bisa melangkah lebih jauh, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai penggerak utama transformasi keuangan Indonesia menuju masa depan yang inklusif dan kompetitif.
Referensi
Antara News. (2025, 18 Juli). BI sebut Gen Z penopang akselerasi perkembangan QRIS. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4975809/bi-sebut-gen-z-penopang-akselerasi-perkembangan-qris
Golagong Kreatif. (2025, 7 Mei). Ketika QRIS meresahkan Amerika. http://golagongkreatif.com/2025/05/07/ketika-qris-meresahkan-amerika/
GoodStats.id. (2025, 2 Juni). Transaksi QRIS tumbuh hampir 600% pada Kuartal I 2025. GoodStats. https://goodstats.id/article/transaksi-qris-tumbuh-hampir-600-pada-kuartal-i-2025-Wo7Cm
IDNFinancials. (2023, 31 Januari). BI: Transaksi QR lintas batas mendukung integrasi keuangan ASEAN. IDN Financials. https://www.idnfinancials.com/archive/42210/bi-cross-border-qr-transactions-support-asean-financial-integration
KBR. (2025, 26 April). QRIS dan kekhawatiran Amerika Serikat kehilangan dominasi global. https://kbr.id/articles/indeks/qris-dan-kekhawtiran-amerika-serikat-kehilangan-dominasi-global
Kompas. (2024, 28 Juni). QRIS: Pergeseran perilaku dalam pembayaran berbasis teknologi digital. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/en-qris-pergeseran-perilaku-dalam-pembayaran-berbasis-teknologi-digital/amp
Liputan6.com. (2024, 5 November). BI: Pengguna QRIS bertambah, tumbuh 18,39% hingga Oktober 2024. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/bisnis/read/5797581/bi-pengguna-qris-bertambah-tumbuh-1839-hingga-oktober-2024
QRIS Interactive. (n.d.). Homepage QRIS Interactive. https://qris.interactive.co.id/homepage/
QRIS Interactive. (2025, 27 Mei). QRIS Bangkit: Saat Dunia Mulai Melirik dan Amerika Mulai Panik. https://qris.interactive.co.id/homepage/blog-detail.php?lang=id&page=MTI4-qris-bangkit-saat-dunia-mulai-melirik-dan-amerika-mulai-panik
